how do you do???

Jumat, 03 Desember 2010

Kuliah di Broadcast & Jurnalistik..

Kuliah di Broadcast & Jurnalistik..
Kuliah pada bidang studi broadcasting dan jurnalistik merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi saya.  Saya sempat berpikir, untuk apa yaa kuliah di jurusan broadcating/jurnalistik selama bertahun-tahun kalo semua orang dari berbagai kalangan, jurusan/bidang studi bisa jadi wartawan?
Cukup dengan training dalam periode tertentu saja misalnya, seseorang sudah dapat menjadi seorang wartawan. jadi, untuk apa saya kuliah 3 tahun di bidang broadcasting dan 2 tahun di bidang jurnalistik??
Pernyataan negatif itu sempat ada di pikiran saya. Tapi saya tidak pernah menyesali hal itu. Ternyata banyak kelebihan, keuntungan, dan pengalaman bagi orang-orang yang studi pada bidang ini, yang tentunya tidak didapat bagi orang lain.
Saat kuliah di jurusan Broadcasting, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran, saya mendapatkan mata kuliah seperti ANNOUNCING, KOMUNIKASI MASSA, MANAJEMEN MEDIA ELEKTRONIKA,MUSIK DI RADIO,PEMASARAN JASA RADIO,PENGANTAR JURNALISME, PENULISAN NASKAH SIARAN, RISET MEDIA, JURNALISME PENYIARAN, WAWANCARA, TEKNIK REPORTASE, COPY WRITING, FEATURE & DOCUMENTARY, ETIKA & REGULASI PENYIARAN, JURNALISME TELEVISI, TALK SHOW, dan lainnya.
Teori-teori yang disampaikan di kelas tentunya disertai juga dengan berbagai praktik.
Pengalaman yang menyenangkan saat membuat sebuah siaran radio dan televisi. Dimana kami semua – mahasiswa broadcasting, bekerja sama dalam sebuah tim dan berperan sebagai pekerja media. Bekerja dalam sebuah struktur yang dikelola bersama.
Ranieylyd
Praktek Jurnalisme televisi, Jatinagor
Praktek Jurnalisme televisi, Jatinagor
Praktik Kerja Lapangan/Job Training
Ada satu mata kuliah atau kegiatan yang wajib dilikutin mahasiswa pada saat semester akhir sebelum akhirnya laporan dari praktik kerja ini menjadi bahan untuk kita membuat Tugas Akhir (TA). Istilah-nya beda2. Ada yang namanya “PKL”, Praktik Kerja”, “Magang”,“KP” dan ada Istilah yang rada kerenan lagi, yaitu “Job Training”. Kesemuanya itu punya arti yang sama yaitu sebuah penugasan bagi mahasiswa pada sebuah Instansi selama kurun waktu tertentu, yang bertujuan agar mahasiswa mendapat pengalaman dan pengetahuan dalam dunia kerja.
Kenapa kegiatan magang itu asik buat saya mungkin karena tempat-nya sesuai dengan keinginan dan harapan kali ya! Di kampus saya, kegiatan PKL itu dilakukan di semester akhir. Kampus mewajibkan mahasiswa-nya untuk berusaha mencari tempat PKL sendiri. Banyak senior yang bilang, kalo ngga mau waiting list, Apply-nya dari semester sebelumnya. Waktu menjelang semester akhir tersebut, tentunya saya dan temen2 udah mulai mikirin, “Saya PKL dimana yaa..???” Tapi untuk bisa masuk ke tempat yang kita pengen itu ngga semudah saat kita menentukan!
Ok. Keinginan dan kesiapan udah ada.  Hal yang paling penting selanjutnya adalah apa kita punya kesempatan!. Ada banyak jalan untuk dapet kesempatan ini…
Pertama, “Beruntung”, karena surat lamaran kita sampai ke tangan orang yang tepat, dimana divisi atau departemennya sedang membutuhkan tenaga dan kemampuan kita
Kedua, “Beruntung” karena perusahaan tersebut selalu membuka peluang bagi mahasiswa yang akan melakukan praktik kerja  (Kedua jalan diatas merupakan prosedur yang sangat ideal)
Ketiga, “Beruntung” karena Punya temen, sodara, kerabat yang udah jadi karyawan di perusahaan itu. Tapi Eitss..Jangan salah! Tentunya ngga cukup dengan koneksi orang dalem aja! Orang dalem ini harus punya syarat, yaitu “BERPENGARUH”. Maksimal punya satu kedudukan yang cukup tinggi.
Keempat, “Beruntung” karena kesabaran dan kerja-keras. Jalan yang ketiga ini bisa dilakukan apabila poin pertama dan kedua ngga kita dapatkan dan poin ketiga ngga kita miliki. Point ketiga dan keempat ini biasanya dilakuin kalo kita pengen banget bisa diterima di tempat yang  katanya susah banget nerima anak PKL. Kerja-keras ini juga bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Ada seorang teman yang melakukannya dengan cara setiap hari menelepon bagian HRD perusahaan untuk menanyakan apakah permohonan untuk praktik dapat dipenuhi perusahaan. Setiap hari dia menelepon walopun jawaban HRD sama (misalnya, “belum ada user”  atau “belum dapat diproses”, atau “sedang diproses tapi belum tahu kepastiannya”, atau bisa aja dia udah ditolak mentah-mentah). Tapi kenyataannya..setelah perjuangan panjang itu, temenkyu itu akhirnya diterima ditempat itu loh..Ngga tau si perusahaan itu terpaksa nerima karena ni orang maksa terus, ato emang perusahaan itu bener2 ngasih kesempatan buat semua mahasiswa yang lagi praktik kerja.
yaa,,,cari tempat Praktik Kerja aja susah yaa… apalagi cari kerja…!?
Saat Magang di Metro TV. Saya berada di MCR (Master Control Room) dimana di tempat ini proses siaran dilakukan.
Saat Magang di Metro TV. Saya berada di MCR (Master Control Room) dimana di tempat ini proses siaran dilakukan.
Saat jadi assistennya Mas Dhany, sebagai Floor Director untuk Program Newsdotcom, Metro TV.
Saat jadi assistennya Mas Dhany, sebagai Floor Director untuk Program Newsdotcom, Metro TV
Tapi praktik kerja yang ditugasin kampus saya berguna banget! Asal kita bisa ngebawa diri dengan baik… Ngerjain perintah atau tugas yang dikasih dengan sebaik-baiknya… jaga sikap… disiplin…dan meciptakan “Impressions” yang baik dimata semua orang.. mudah2an bisa jadi bekal kita kedepan.
Sidang Tugas Akhir dan Wisuda
http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2008/10/dsci4075.jpg?w=303&h=226
Ketika yudisium, bersama puluhan teman lainnya, mengikuti sidang tugas akhir (TA).
Kuliah broadcasting apalagi program Diploma III tentu ada tugas akhir yang harus diselesaikan di akhir semester. Tugas akhir ini merupakan laporan dari praktik kerja kita selama job training di media. Nantinya kita juga diberikan dosen pembimbing layaknya skripsi. Setelah proses yang telah di lalui dalam pengerjaan TA, tentunya tahap akhir adalah “sidang”. Beberapa dosen penguji nantinya akan meminta pertanggungjawaban atas TA yang telah kita kerjakan. Pada hari itu juga tentu akan langsung diumukan yudisium yang menentukan lulus tidaknya kita dan berhak mendapatkan gelar A.md.
Tahap akhir dari perkuliahan selama 3 tahun tersebut tentunya di akhiri dengan prosesi wisuda.
http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2008/10/dsci5487.jpg?w=400&h=300
http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2008/10/dsci5485.jpg?w=400&h=300
Ratusan wisudawan di depan Aula Grha Sanusi, Unpad
Kuliah di Jurusan Jurnalistik
Selanjutnya saya melanjutkan studi saya untuk mengambil gelar Sarjana (S1) di jurusan jurnalistik, Fikom Unpad. Sama halnya dengan broadcasting, saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa disini. Saya banyak mempelajari segala hal tentang dunia jurnalistik, Teori juga praktik. Misalnya seperti mempelajari bahasa jurnalistik, bagaimana membuat feature yang bernilai dan enak untuk dibaca dan bagaimana membuat pelaporan mendalam.
Selain itu yang juga menyenangkan adalah praktik jurnalisme foto dimana melatih kami menjadi seorang wartawan foto yang peka terhadap keadaan sekitar sehingga mendapatkan hasil foto jurnalistik yang bernilai, kami  juga memepelajari hukum etika pers yang kami jadikan pedoman dalam proses jurnalistik.
Ada juga beberapa kegiatan yang difasilitasi pihak kampus, yaitu studi tour ke sejumlah media massa. Berikut foto-foto kegiatan ketika studi tour ke Kantor TV One Jakarta.
Saat Studi Tour ke Kantor TV One, Jakarta (30/04/08)
Saat Studi Tour ke Kantor TV One, Jakarta (30/04/08)
Berlagak sebagai presenter berita TV, Saat studi tour ke Studio TV One, Jakarta.
Berlagak sebagai presenter berita TV, Saat studi tour ke Studio TV One, Jakarta (30/04/08).
Selain di D3, program S1 pun mewajibkan mahasiswa untuk melakukan prakti kerja di akhir semester. Setelah semua persyaratan seperti kelengkapan SKS (Sistem Kredit Semester), dan lainnya kemudian dilakukan pula skripsi, juga sidang yang terdiri dari sidang skripsi, dan sidang komphrehensif.
Wisuda Untuk yang Ke-dua Kalinya
http://lydiaokvaanjelia.files.wordpress.com/2008/10/s7300122.jpg?w=400&h=300
Pada akhirnya, saya telah menyelesaikan Kuliah saya selama 3 tahun di jurusan broadcasting dan 2 tahun di jurusan jurnalistik . Setelah melalui proses pembelajaran yang cukup panjang ini  harapan saya tentu menjadikan ilmu yang selama ini diperoleh dapat digunakan dan diaplikasikan dalam kehidupan kedepannya. Bukan hanya sebagai pekerja media, tapi menjadi seseorang yang terus mengembangkan dan mentransfer ilmu yang saya punya kepada orang banyak.

Pengertian Jurnalistik

Bicara jurnalistik, kita selalu teringat dengan sebuah profesi wartawan atau yang lebih kerennya disebut dengan sebutan jurnalis. Baik cetak seperti koran, tabloid, dan majalah, maupun elektonik seperti radio dan televisi. Namun, ternyata tidak sedikit masyarakat yang belum memahami tentang hal dalam kerja dunia jurnalistik.
Pengertian Jurnalistik
Bicara tentang pengertian jurnalistik, ada beberapa sisi yang akan tersentuh agar pemahamanmnya menjadi lebih jelas dan terstruktur. Sisi-sisi tersebut meliputi definisi dari sisi harfiyah, sisi konseptual, dan praktis. Ada pun penjelasan ketiganya adalah sebagai berikut.
1. Pengertian Harfiah
Ditinjau dari segi harfiyah, jurnalistik yang bersumber dari katajournalistic mempunyai arti sebagai kewartawanan atau juga duniakepenulisan.
Kata dasarnya adalah jurnal yang berarti 'catatan'. Berasal dari du juor, sebuah ungkapan pada bahasa Yunani kuno yang mengartikan 'peristiwa yang diberitakan pada hari ini ke dalam bentuk cetak sebuah lembaran'. Maka, jurnal adalah catatan harian, jurnalis adalah orangnya, sementara jurnalistik adalah ilmu yang mempelajari perihal dunia tersebut.
2. Pengertian Konseptual
Jurnalistik secara konseptual juga mempunyai cakupan yang tidak bisa dilepaskan satu per satu. Cakupan tersebut meliputi jurnalistik sebagai kerja proses, teknik, dan juga ilmu.
Sederhananya, sebagai bentuk proses, jurnalistik usaha keras dan cerdas dalam hal mencari, menggali, mengolah, memeriksa kembali, dan menuliskannya ke dalam sebuah berita yang akan disebarluaskan via media.
Sebagai masalah teknik, kerja jurnalistik merupakan kerja yang menuntut keahlian dan keterampilan. Sementara di tinjau dari sisi keilmuan, jurnalistik adalah ladang kajian tentang pembuatan dan penyebarluasan informasi melalui perusahaan media massa dan masuk pada ranah ilmu komunikasi.
3. Pengertian Praktis
Secara praktis, bidang jurnalistik merupakan usaha pembuatan informasi atau berita yang akan disebarluaskan dengan media massa. Dengan demikian, dapat diambil simpulan bahwa ada beberapa hal mendasar yang harus menjadi pembahasan di dalamnya; informasi, penyusunan, dan penyebarluasan informasi.
Syarat Jurnalis
Meksi memang ada kuliah khusus kewartawanan, pada kenyataannya, tidak semuanya terserap menjadi seorang jurnalis. Pada prakteknya, persoalan cita-cita yang didukung dengan pengalaman dan jam terbangtinggilahlah yang mampu mengantarkan mereka menjadi seorang jurnalis.
Jika bicara apa syarat menjadi seorang jurnalis, syaratnya hanya satu: vitalitas. Menjadi jurnalis tidak harus cerdas, ganteng, cantik, tetapi menjadi jurnalis adalah harus mempunya vitalitas tinggi.
Vitalitas adalah kemauan keras, belajar terus-menerus, menggali info sebanyak dan sebaik-baiknya, melakukan check recheck dan triple check, dan tentu mau menjadikan profesi wartawan sebagai profesi mulia yang membela kepentingan rakyat. Menjadi jurnalis adalah menjadi pekerja keras yang cerdas.

Penertian seorang Jurnalis

Penertian seorang Jurnalis

Bicara jurnalistik, kita selalu teringat dengan sebuah profesi wartawan atau yang lebih kerennya disebut dengan sebutan jurnalis. Baik cetak seperti koran, tabloid, dan majalah, maupun elektonik seperti radio dan televisi. Namun, ternyata tidak sedikit masyarakat yang belum memahami tentang hal dalam kerja dunia jurnalistik.
Bicara tentang pengertian jurnalistik, ada beberapa sisi yang akan tersentuh agar pemahamanmnya menjadi lebih jelas dan terstruktur. Sisi-sisi tersebut meliputi definisi dari sisi harfiyah, sisi konseptual, dan praktis. Ada pun penjelasan ketiganya adalah sebagai berikut.
1. Pengertian Harfiah
Ditinjau dari segi harfiyah, jurnalistik yang bersumber dari katajournalistic mempunyai arti sebagai kewartawanan atau juga duniakepenulisan.
Kata dasarnya adalah jurnal yang berarti 'catatan'. Berasal dari du juor, sebuah ungkapan pada bahasa Yunani kuno yang mengartikan 'peristiwa yang diberitakan pada hari ini ke dalam bentuk cetak sebuah lembaran'. Maka, jurnal adalah catatan harian, jurnalis adalah orangnya, sementara jurnalistik adalah ilmu yang mempelajari perihal dunia tersebut.
2. Pengertian Konseptual
Jurnalistik secara konseptual juga mempunyai cakupan yang tidak bisa dilepaskan satu per satu. Cakupan tersebut meliputi jurnalistik sebagai kerja proses, teknik, dan juga ilmu.
Sederhananya, sebagai bentuk proses, jurnalistik usaha keras dan cerdas dalam hal mencari, menggali, mengolah, memeriksa kembali, dan menuliskannya ke dalam sebuah berita yang akan disebarluaskan via media.
Sebagai masalah teknik, kerja jurnalistik merupakan kerja yang menuntut keahlian dan keterampilan. Sementara di tinjau dari sisi keilmuan, jurnalistik adalah ladang kajian tentang pembuatan dan penyebarluasan informasi melalui perusahaan media massa dan masuk pada ranah ilmu komunikasi.
3. Pengertian Praktis
Secara praktis, bidang jurnalistik merupakan usaha pembuatan informasi atau berita yang akan disebarluaskan dengan media massa. Dengan demikian, dapat diambil simpulan bahwa ada beberapa hal mendasar yang harus menjadi pembahasan di dalamnya; informasi, penyusunan, dan penyebarluasan informasi.
Syarat Jurnalis
Meksi memang ada kuliah khusus kewartawanan, pada kenyataannya, tidak semuanya terserap menjadi seorang jurnalis. Pada prakteknya, persoalan cita-cita yang didukung dengan pengalaman dan jam terbangtinggilahlah yang mampu mengantarkan mereka menjadi seorang jurnalis.
Jika bicara apa syarat menjadi seorang jurnalis, syaratnya hanya satu: vitalitas. Menjadi jurnalis tidak harus cerdas, ganteng, cantik, tetapi menjadi jurnalis adalah harus mempunya vitalitas tinggi.
Vitalitas adalah kemauan keras, belajar terus-menerus, menggali info sebanyak dan sebaik-baiknya, melakukan check recheck dan triple check, dan tentu mau menjadikan profesi wartawan sebagai profesi mulia yang membela kepentingan rakyat. Menjadi jurnalis adalah menjadi pekerja keras yang cerdas.